Tahun ajaran baru dimulai, para siswa baru berbondong berangkat ke sekolah baru mereka. Dengan wajah penuh harapan akan masa depan yang cerah. Tatapan yang sangat antusias dan haus akan sumber ilmu. Indonesia baru serasa dimulai pagi itu, saat hari pertama masuk sekolah, semangat para siswa begitu menggebu. Tak jauh berbeda dengan siswa, para guru pun memulai babak baru pertarungan mereka. Mengerahkan segala kemampuan dimiliki, ilmu dan pengetahuan yang ada, untuk mendidik generasi berakhlak mulia, "harapannya". Tantangan baru datang lagi, setiap hari tantangan yang dihadapi guru masa kini kian beraneka ragamnya. Mulai dari tantangan untuk mendidik anak dengan keluaran yang super cerdas, hingga pada beresnya adminitrasi yang dikenal paling rumit se jagad itu. Ya, inilah Indonesia, negeri para pendidik yang rela atau mungkin terpaksa mau dibayar dengan upah minim (khususnya Guru kontrak dan honorer) namun dituntut untuk dapat "mendidikkan" anak para orangtua y...
Aku telah remaja. Menghabiskan waktu di depan layar berukuran 5 inci dengan seksama. Ku gerakan jemari dengan lincah dan berirama. Sesekali mengetuk pelan dan kemudian aku tertawa. Kadang pula aku menggerutu atau bahkan mengerutkan kening tanda tak setuju. Tiap hari ku luangkan waktu atau bahkan sengaja mencuri waktu senggang untuk membaca beberapa baris kata. Media, milenia ini ia sungguh berkuasa. Meletakkan tahta di atas mahkota raja. Bahkan ia pun bisa memindahkan mahkota itu ke kepala si jelata. Tak tanggung memang kekuatannya. Di masa kecilku, ibu sering protes jika hari mingguku sering ku habiskan di depan layar kaca. Menonton hiburan kartun anak anak yang membuatku terbuai dalam imajinasi penciptanya. "lebih baik kau tonton berita itu, banyak informasinya disitu" begitu ibuku menyeri dengan logat jawa tapi bahasa melayu kalimantan. Aku pun menurut saja, ku lahap informasi dari media massa. Membentuk pikiranku hingga aku bercita ...