Tahun ajaran baru dimulai, para siswa baru berbondong berangkat ke sekolah baru mereka. Dengan wajah penuh harapan akan masa depan yang cerah. Tatapan yang sangat antusias dan haus akan sumber ilmu. Indonesia baru serasa dimulai pagi itu, saat hari pertama masuk sekolah, semangat para siswa begitu menggebu.
Tak jauh berbeda dengan siswa, para guru pun memulai babak baru pertarungan mereka. Mengerahkan segala kemampuan dimiliki, ilmu dan pengetahuan yang ada, untuk mendidik generasi berakhlak mulia, "harapannya". Tantangan baru datang lagi, setiap hari tantangan yang dihadapi guru masa kini kian beraneka ragamnya. Mulai dari tantangan untuk mendidik anak dengan keluaran yang super cerdas, hingga pada beresnya adminitrasi yang dikenal paling rumit se jagad itu.
Ya, inilah Indonesia, negeri para pendidik yang rela atau mungkin terpaksa mau dibayar dengan upah minim (khususnya Guru kontrak dan honorer) namun dituntut untuk dapat "mendidikkan" anak para orangtua yang ada di luar sana, yang kadang tidak mau tau seperti apa proses pendidikan anaknya.
Hal tersebut disempurnakan dengan sering berubahnya kebijakan oleh birokrasi yang menaunginya. Bagai bunglon yang gemar melompat kesana kemari, kebijakan pendidikan di Indonesia sering berubah, berganti, mengikuti perkembangan dan tantangan zaman 'katanya', tetapi sering kurang memperhatikan bagaimana implementasinya.
Guru berpacu dengan waktu, semakin senja usia profesi mereka, semakin besar tuntutan kerjanya.
Komentar
Posting Komentar